Uang Mandiri
Juni 12, 2010 by: Radical_DreamersHari itu pukul 06.00 pagi. kalau ditanya hari, maaf saya lupa. Saya baru selesai dari ngelamun-ngelamun teu puguh. udah puas ngelamun, saya pergi beranjak menuju kamar mandi yang suram, yang bak nya selalu terisi dengan air sedingin kutub. Tujuan saya ke kamar mandi adalah karena saya ingin secepatnya menjalankan ibadah mandi pagi.
Malas mandi, pikir saya. Kenapa sih kalau kita mandi pagi harus dengan air yang beku terus? Seolah - olah itu air mau pamer kekuatan dinginnya dan menguji seberapa kuatnya kita terhadap dingin. Ingin saya melalukan sebuah wawancara eksklusif dengan si air ini. Tapi dia sombong, setiap saya tanya dia hanya membisu.
........
Selesai mandi, saya langsung berpakaian rapi karena hari itu saya mau melakukan pembayaran untuk jadi salah satu orang yang ingin terdaftar sebagai peserta STAN. Tujuan pertama saya yaitu tempat cetak foto.
"sekolah." pikir saya. Maksud saya di deket sekolah saya itu ada tempat untuk cetak foto. Kesana tujuan saya yang pertama.
Di tempat cuci foto itu saya dapat sms dari teman saya, si incha. Namanya mengingatkan saya ke satu suku yang samapai sekarang pun masih banyak dikenal orang.
Jika kalian ingin tahu apa yang saya perbincangkan, ini cuplikannya.
"Fan, kapan mau daftar ke STAN?". Begitulah isi sms nya.
"Sekarang, kenapa emangnya?". Sent.
"Barenglah. Gak ada temen unk kesananya."
"Boleh. Tapi ini saya lagi cetak foto dulu. Kamu dimana? Saya lagi di deket sekolah. Kamu kesini aja." Sent...
Singkat cerita, pergilah saya berdua dengan orang dari "reruntuhan" suku inka ini. Niatnya sih mau transaksi di Bank Mandiri yang ada di daerah padjajaran tapi, saya bawa ini orang jauh dari tujuan. Saya bawa si inka sampai ke daerah Ganesha, ITB.
"Fan, mau kemana ini teh?" katanya heran.
" Jalan-jalan." jawab saya ringan.
" Eh?" Saya yakin dia makin heran dengan jawaban saya. Mau transaksi ke bank kenapa malah jalan-jalan?
"Ya udah, kita turun disini aja nka." kata saya mengajak dia turun dari angkot.
" Hayu atuh." katanya
Asli, tadinya saya mau bawa dia lebih jauh lagi ke daerah simpang dago. Tapi, karena dia udah duluan nanya lokasi, ya udah akhirnya saya urungkan niat itu.
"Kita balik lagi aja nka. Mau ke bank mandiri yang di padjajaran kan? Ya sudah, kita balik lagi saja." ajak saya.
" Ih, teu baleg kamu mah." itu artinya "Ih, engga bener nih kamu."
Akhirnya kami balik lagi ke daerah padjajaran dan yang paling penting sekarang benar-benar sampai ke bank. Maaf inka kalau saya sedikit jahil dengan membawamu jauh dari tempat tujuan. Karena memang begitulah saya...





