Sungguh membahagiakan menjadi PC gamer di Indonesia, karena dengan biaya sewa cuma Rp.4 ribu saja, mereka sudah dapat menikmati berbagai game terbaru.
Berikut ini 11 game terbaru yang telah hadir di Indonesia dan sudah bisa disewa di tempat rental PC game di beberapa kota di Indonesia...
Game third-person shooter bergenre sci-fi horror yang sangat bagus & menegangkan. Inovatif dan menghadirkan nuansa baru yang belum pernah ada di game lain. Dalam hal gameplay game ini bahkan lebih seru & menegangkan ketimbang Crysis Warhead, dan boleh dianggap sebagai salah satu game action terbaik di tahun 2008 ini.
2. Fallout 3
Game garapan Bethesda yang sudah ditunggu-tunggu penggemarnya. Baru saja dirilis, game RPG ini sudah ludes terjual sebanyak 4,7 juta kopi dan memecahkan rekor penjualan sebesar $300 juta. Penggemar game Bethesda seri Elder Scrolls, tentu juga akan menyukai game bernuansa post-apocalypse dengan alur yang nyaris open-ended ini.
Game balap motor yang dirilis oleh CACPOM ini akan menghibur penggemar game balap motor. Ada peningkatan tampilan grafis dibanding MotoGP 07.
4. James Bond: Quantum of Solace
5. Far Cry 2
Pada Far Cry 2anda akan menjelajahi alam afrika yang luas, dengan efek pencahayaan sesuai waktu dan efek api yang realistis.
Diperlukan videocard seharga $150 keatas untuk memainkan game DirectX 10 ini dengan kualitas grafis maximal.
Disney Interactive sebenarnya telah mengumumkan tentang game ini pada bulan Februari lalu, namun tak kunjung hadir dan nyaris terlupakan. Setelah tertunda sekian lama, akhirnya game ini hadir juga.
Game balap motor ATV ini akan menghibur penggemar game off-road racing yang menyukai balapan di alam terbuka yang luas.
Ada berbagai gaya akrobatik yang bisa dilakukan, ala freestyle motocross.
Game RPG ini meneruskan kesuksesan The Witcher yang muncul tahun lalu. Ada peningkatan grafis, storyline, dan waktu loading yang lebih cepat.
8. Command&Conquer: Red Alert 3
9. PES 2009
Game sepakbola dari dulu intinya memang seperti begitu-begitu saja, namun penggemarnya cukup banyak dan pasti akan terhibur dengan kehadiran Winning Eleven alias Pro Evolution Soccer 2009 yang telah mengalami peningkatan grafis dan beberapa perbaikan bug dibanding PES 2008.
10. STALKER Clear Sky
Game eksklusif PC yang sangat berat dan wajib dibeli oleh gamer yang merasa
Ini adalah game wajib bagi PC gamer, karena merupakan game eksklusif PC yang tidak akan pernah ada di Xbox360 dan PS3.
Crysis Warhead termasuk game DirectX 10 yang sangat berat pada setting grafis maximal. Diperlukan videocard kisaran $300 dan RAM minimal 3GB untuk memainkan game ini dengan lancar pada setting grafis maximal. Game ini dinobatkan sebagai game dengan kualitas grafis terbaik dan berhasil menjadi game first-person shooter no.1 terlaris di dunia.
Wajar saja jika game bagus tentu perlu videocard bagus untuk memainkannya....
Ke-11 game diatas sudah tersedia dan menunggu untuk anda mainkan. Dan sepertinya sebelum anda sempat menamatkan kesemua game diatas, bakal keduluan munculnya Tomb Raider Underworld yang segera dirilis tak lama lagi, karena demonya sudah bisa anda download.
Jadi siapkan lagi diri anda untuk melihat Lara Croft yang sexy
reviewland.com
Phenom II sebenarnya masih menggunakan arsitektur yang sama dengan Phenom generasi pertama yang kinerjanya terkenal mengecewakan. Namun Phenom II mengusung beberapa perombakan yaitu proses manufacturing 45nm dan penambahan L3 cache yang lebih besar. Transisi dari 65nm ke 45nm tampaknya telah membuat kemampuan overclock prosesor ini meningkat.
Dari hasil pengujian yang dilakukan oleh AMD, Phenom II mampu dioverclock di kisaran 4GHz cukup dengan menggunakan air cooling. Kecepatan diatas 4GHz masih dimungkinkan dengan watercooling dan kecepatan 6GHz mampu diraih dengan pendinginan LN2 (Liquid Nitrogen).
Kemampuan overclock hingga 4GHz dengan air cooling ibarat suatu mujizat bagi para pengguna AMD yang selama ini hanya berkutat di kisaran 3GHz saja, Sedangkan bagi pengguna intel, angka 4GHz bukanlah sesuatu yang aneh, mengingat prosesor murah seperti Pentium Dual Core seharga $60 saja ada yang bisa digenjot hingga 4GHz. Jadi prestasi overclocking Phenom II hanyalah membuat kagum para fans AMD saja, sedangkan pengguna Intel tidak melihat itu sebagai sesuatu yang hebat.
Salah satu keunggulan Phenom II dibanding Core i7 adalah memory controller yang mampu mendukung DDR2 dan DDR3. Hal ini memungkinkan AMD untuk merilis Phenom II dalam 2 versi socket yaitu AM2+ (DDR2) dan AM3+ (DDR3), sedangkan Core i7 hanya mensupport memory DDR3 saja yang harga memorynya 2X lebih mahal dibanding memory DDR2.
Phenom II 920 dan 940 yang akan diluncurkan bulan Januari 2009 akan kompatibel dengan motherboard AM2+ yang telah banyak beredar di pasaran.
Oleh karena itu kehadiran Phenom II, dapat menjadi solusi upgrade murah bagi pengguna prosesor AMD yang menggunakan motherboard AM2+.
Senior Marketing Manager AMD, Bob Grimm, mengatakan bahwa Core i7 adalah prosesor yang tak terjangkau pasar karena membutuhkan motherboard mahal (intel X58), memory mahal (DDR3), dan harga prosesornya mahal pula. Sayangnya kritik Bob Grimm terhadap intel ini tidak disertai dengan pernyataan darinya mengenai seberapa murah harga Phenom II nantinya.
AMD memang harus selalu mematok harga prosesornya lebih murah ketimbang Intel, mengingat dari sisi kinerja prosesor AMD selama ini dibawah Intel. Kabarnya kinerja Phenom II juga masih kalah oleh Core i7, sekalpun masih mampu bersaing dengan Core2 Quad. Jadi idealnya Phenom II dibandrol seharga Core2 Quad, atau bahkan lebih murah daripada itu jika ingin sukses.
Yang jelas, upgrade ke Core i7 memang memerlukan biaya yang jauh lebih besar, karena tak hanya memrlkan penggantian prosesor saja, namun juga motherboard dan memory, sedangkan pengguna AMD yang melakukan upgrade ke Phenom II cukup hanya mengganti prosesornya saja (bila motherboardnya mendukung Phenom II)
Berikut ini adalah daftar spek perbandingan Phenom II dengan Core i7
| Intel Core i7 | AMD Phenom II | |
| Code name | Bloomfield (Nehalem) | Deneb (Shanghai) |
| fabrikasi | 45nm | 45nm |
| Tipe & harga | Core i7 920 2.66GHz ($300) Core i7 940 2.93GHz ($600) Core i7 965 3.2GHz ($1000) | Phenom II 920 2.8GHz Phenom II 940 3GHz unlock |
| #core | 4 core (8 thread) | 4 core |
| L2 cache | 4x256KB (1MB) | 4x512KB (2MB) |
| L3 cache | 8 MB | 6 MB |
| Memory support | DDR3 1066MHz triple channel | DDR2 1066MHz dual channel |
| Socket | LGA1366 | AM2+ |
| compatible mobo chipset | intel X58 | AMD 790FX AMD 790GX AMD 780G AMD 770 Nforce 750a SLI Nforce 720 Geforce 8200 Geforce 7050 |
| TDP | 130 watt | 125 watt |
| overclock speed | ~4GHz (air cooling) ~5GHz (water cooling) | ~4GHz (air cooling) ~5GHz (water cooling) |
Gambar di samping kanan adalah slide resmi dari AMD yang menjelaskan tentang Phenom II dan jadwal rilis prosesor AMD 45nm pada tahun 2009.
Deneb yang merupakan prosesor quad-core akan keluar versi triple corenya yang dinamakan Heka pada bulan Februari 2009.
Baik Deneb maupun Heka menyandang nama Phenom II.
Sedangkan pada pertengahan 2009, AMD akan merilis juga varian prosesor 45nm bernama Propus (quad core), Rana (triple core), dan Regor (dual core) yang ketiganya tidak menyandang nama Phenom II, tapi Athlon.
Propus, Rana, dan Regor memiliki total cache yang jauh lebih kecil ketimbang Deneb & Heka, yaitu cuma 1.5MB (Rana) dan 2MB (Propus, Regor). Sedangkan Deneb memiliki cache total sebesar 8MB, dan Heka sebesar 7.5MB.
Baik Core i7 maupun Phenom II merupakan prosesor kelas high-end (harga diatas $300) yang lebih cocok bagi kalangan enthusiast & overclocker saja. Sedangkan para gamer lebih baik memprioritaskan dananya untuk membeli videocard high end ketimbang prosesor high-end seperti Core i7 atau Phenom II.
Para gamer baru layak membeli Core i7 dan Phenom II bila mereka telah memiliki videocard termahal seperti Radeon HD4870 X2 dan Geforce GTX280 atau konfigurasi videocard multi-GPU (SLI/Crossfire) seharga $600. Bila videocard masih kelas $300 ke bawah, jangan hamburkan uang anda untuk membeli prosesor high-end, sebab peningkatan kinerja gaming yang diperoleh tak akan sebesar bila mengupgrade videocard.
Bagi kalangan video editing, kemampuan video encoding pada prosesor high-end juga tak dapat menjadi alasan kuat untuk membeli prosesor Core i7 / Phenom II, sebab semenjak populernya GPU computing dengan NVIDIA CUDA dan ATI Stream, maka prosesor tercepat di dunia sekalipun tak akan pernah bisa mengalahkan kinerja videocard dalam melakukan video encoding, dan beberapa komputasi parallel lainnya. Bahkan baru-baru ini GPU juga terbukti bisa dimanfaatkan untuk menjebol password WiFI jauh lebih cepat ketimbang CPU.
Sumber,
reviewland.com
Left 4 Dead merupakan salah satu game baru terlaris yang menggunakan engine grafis Source buatan Valve. Engine grafis yang sudah cukup berumur dan telah dipergunakan semenjak era Half Life 2 ini terasa cukup ringan untuk videocard kelas $150 keatas.
Game ini masih sangat lancar dimainkan pada setting resolusi 1680x1050 8xAA/16xAF menggunakan videocard kelas $200 ke atas. Sementara videocard $100 ke atas juga masih memadai untuk meminkan game ini pada setting resolusi 1280x1024 8xAA/16xAF.
Sekalipun Source engine merupakan engine grafis yang cukup berumur, namun pada Left 4 Dead engine grafis ini telah dipoles dan disempurnakan sehingga mampu menghasilkan kualitas grafis yang cukup bagus dan tak kalah dengan engine grafis yang lebih baru.
Karena polesan itulah Left 4 Dead menjadi masih terlalu berat untuk dimainkan menggunakan VGA kacangan seperti Geforce 8600GT ataupun VGA jadul "mantan high-end" seperti Geforce 7800GTX, bahkan pada resolusi 1280x1024 sekalipun.
Perlu diingat bahwa Geforce 7800GTX menggunakan chip grafis yang sama dengan yang digunakan pada Playstation 3, jadi dapat dibanyangkan betapa bobroknya kinerja Left4 Dead seandainya ada di PS3, untungnya game ini tidak dibuat versi PS3-nya.
Perbandingan benchmark beberapa videocard menggunakan game Left 4 Dead telah dilakukan oleh Guru 3d yang dapat dilihat berikut ini.
| Left 4 Dead "Blood Harvest, The Woods" 8xMSAA, 16xAF | average fps | |
| 1280x1024 | 1680x1050 | |
| Radeon HD 4870 X2 2GB ($550) | 162 | 116 |
| Geforce 9800 GX2 1GB (diskontinyu) | 131 | 89 |
| Geforce GTX 280 1GB ($475) | 126 | 88 |
| Geforce GTX 260-216 896MB ($350) | 126 | 75 |
| Radeon HD 4870 512MB ($275) | 112 | 74 |
| Radeon HD 4870 1GB ($325) | 111 | 73 |
| Geforce 8800Ultra 768MB (diskontinyu) | 88 | 60 |
| Radeon HD 4850 512MB ($200) | 87 | 57 |
| Geforce 9800 GTX+ 512MB ($240) | 86 | 56 |
| Geforce 8800 GTS 512MB ($200) | 77 | 50 |
| Geforce 9800 GT 512MB ($160) | 72 | 47 |
| Radeon HD 4830 512MB ($150) | 72 | 46 |
| Geforce 9600 GT 512MB ($130) | 63 | 41 |
| Radeon HD 4670 512MB ($100) | 50 | 32 |
| Radeon HD 3870 512MB ($140) | 46 | 29 |
| Geforce 8600GT 256MB ($70) | 23 | 13 |
| Geforce 7800GTX 512MB (diskontinyu) | 11 | 8 |
Hasil benchmark diatas menunjukkan bahwa kinerja single videocard tertinggi adalah menggunakan Radeon HD4870 X2.
Sedangkan dari sisi kinerja-harga Radeon HD4870 512MB ($275) terlihat sangat ideal dan kinerjanya jauh lebih tinggi ketimbang Geforce 9800GTX+ yang harganya nyaris mendekati ($240).
Pada resolusi 1680x1050, kinerja Radeon HD4870 bahkan nyaris sama dengan Geforce GTX 260-216 yang harganya jauh lebih mahal ($350).
Satu hal yang patut diingat adalah resolusi 1680x1050 nyaris 2X lebih berat ketimbang 1280x1024. Atau dengan kata lain videocard anda kinerjanya akan turun sebesar hampir 40% ketika menaikkan resolusi dari 1280x1024 ke 1680x1050.
Oleh karena itu bila game ini lancar di resolusi 1280x1024 dengan videocard $150, maka untuk menikmati kelancaran yang sama pada resolusi 1680x1050 dibuthkan videocard yang kelas $300 yang berarti nyaris 2X lebih mahal. Oleh karena itu pikir 1000X sebelum anda ingin bergaya dengan monitor 22" keatas (1680x1050), terutama bila videocard anda cuma kelas $150-an.
Beberapa hal yang menarik adalah kinerja mantan videocard high-end seperti Geforce 9800 GX2 yang ternyata masih mampu mengalahkan Geforce GTX280 dan Geforce 8800 Ultra yang masih mampu menyamai kinerja Radeon HD4850 dan Geforce 9800GTX+.
Sedangkan mantan videocard high-end era 2005 yaitu Geforce 7800GTX terlihat terseok-seok ketika harus menjalankan game ini. Playstation 3 menggunakan chip grafis yang sama dengan Geforce 7800GTX.
Sumber,
reviewland.com
reviewland.com
Berbeda dengan NVIDIA yang malas berinovasi dan cenderung hanya melakukan re-branding (ganti nama) terhadap produk-produk lawasnya, ATI justru berinovasi dengan merilis chip grafis baru yaitu RV740 yang menggunakan teknologi fabrikasi 40nm.
Ini berarti RV740 menjadi chip grafis 40nm pertama didunia, sekaligus membuktikan bahwa ATI bahkan mampu mengalahkan intel dalam hal teknologi manufacturing chip silicon mereka. Saat ini chip silikon intel (Penryn, Yorkfield, Nehalem) masih berkutat di 45nm.
Teknologi fabrikasi 40nm memungkinkan ATI untuk menghadirkan chip grafis RV740 yang powerful (clocknya mampu dipacu tinggi) namun dengan biaya produksi lebih murah.
Radeon HD4750 yang dipersenjatai core RV740 tersebut juga dipersenjatai dengan memory GDDR5 128-bit yang mampu menghadirkan bandwith lebih tinggi ketimbang GDDR3, namun harganya lebih murah.
Karena NVIDIA malas merombak chip grafisnya dan masih berkutat dengan arsitektur lama, maka akibatnya mereka justru tidak bisa memanfaatkan benefit dari memory GDDR5, dan akan semakin kalah harga oleh ATI.
Dengan segala benefit yang dimiliki proses 40nm dan memory GDDR5 128-bit, maka Radeon HD4750 mampu menghadirkan kinerja diantara Radeon HD4830 dan HD4850 namun dengan harga jauh lebih murah yaitu cuma $100, yang berarti setara Geforce 9600GT dan hanya sedikit lebih mahal ketimbang Radeon HD4670 ($85).
Radeon HD4750 akan mulai beredar di pasaran pada bulan April 2009 ini.
Kehadiran Radeon HD4750 yang cuma dibandrol $100 ini bakal membuat videocard seperti Geforce 9600GT, 9800GT dan Radeon HD4830 tidak layak dibeli karena harganya lebih mahal dengan kinerja justru dibawah Radeon HD4750.
Sekalipun Radeon HD4670 lebih murah ketimbang HD4750, namun selisih harganya hanya terpaut sedikit saja padahal selisih kinerjanya cukup besar. Oleh karena itu sungguh tidak bijaksana pula jika membeli Radeon HD4670.
Kinerja Radeon HD4850 memang masih lebih tinggi ketimbang Radeon HD4750, namun selisih kinerjanya hanya sedikit saja, sedangkan selisih harganya 2X lipat lebih mahal dibanding Radeon HD4750. Oleh karena itu Radeon HD4850 jadi kurang menarik lagi, karena ketimbang merogoh kocek $200 untuk membeli Radeon HD4850 lebih baik membeli 2 buah Radeon HD4750 (2x$100) untuk di-CrossFire yang jelas akan menghasilkan kinerja jauh lebih tinggi ketimbang Radeon HD4870 sekalipun.
Berikut ini tabel perbandingan spek teknis antara Radeon HD4750 dengan seri sebelumnya...
| Perbandingan Spesifikasi Teknis | ||||
| Radeon 4670 $85 | Radeon 4830 $130 | Radeon 4750 $100 | Radeon 4850 $200 | |
| GPU code | RV730 | RV770LE | RV740 | RV770 |
| Proses fabrikasi | 55nm | 55nm | 40nm | 55nm |
| Jumlah transistor | 514 juta | 956 juta | - | 956 juta |
| Stream Processor | 320 | 640 | 640 | 800 |
| Texture unit (TMU) | 32 | 32 | 32 | 40 |
| Render backend (ROP) | 8 | 16 | 16 | 16 |
| GPU clock | 750MHz | 575MHz | 650MHz/ 700MHz | 625MHz |
| Memory clock | 1000MHz | 900MHz | 800MHz (3200MHz) | 1000MHz (2000MHz) |
| Memory type | GDDR3 | GDDR3 | GDDR5 512MB | GDDR3 512MB |
| Memory interface | 128-bit | 256-bit | 128-bit | 256-bit |
| Computing performance | 480 GigaFLOPS | 740 GigaFLOPS | 900 GigaFLOPS | 1000 GigaFLOPS |
| Konsumsi daya | 59watt | 105watt | - | 110watt |
Dari hasil pengujian yang dilakukan guru3d menunjukkan bahwa Radeon HD4750 mampu menggunduli Geforce 9600GT maupun Radeon HD4830 yang harganya lebih mahal.
Kinerja Radeon HD4750 terbukti hanya selisih sedikit dibanding Radeon HD4850 yang harganya 2X lebih mahal, dan hal ini menjadikan Radeon HD4850 kurang layak dibeli lagi.
Harga Radeon HD4750 yang sangat murah dengan kinerja bagus telah membuat semua videocard ATI & NVIDIA di segmen $85-$200 menjadi tak layak dibeli.
Untuk lebih jelasnya lihat hasil benchmark dibawah ini...
| Radeon 4670 $85 | Geforce 9600GT $100 | Radeon 4830 $130 | Radeon 4750 $100 | Radeon 4850 $200 | |
| 3DMark Vantage Dx10, GPU Performance 1280x1024 | 2951 | 4355 | 5007 | 5998 | 6682 |
| Crysis Warhead Dx10, 2xAA Gamer mode 1280x1024 1600x1200 | 17 13 | 22 | 23 | 26 19 | 29 22 |
| Farcry 2 Dx10, 2xAA High Quality 1280x1024 1600x1200 | 36 29 | 43 | 45 | 55 43 | 55 47 |
| COD5 Dx9, all max 4xAA, 16xAF 1280x1024 1600x1200 | 31 30 | 43 | 47 | 51 43 | 56 48 |
| Brother in Arms Dx9 High quality 1280x1024 1600x1200 | 41 32 | 54 | 56 | 57 47 | 66 53 |
| Left4Dead Dx9, all max 8xAA 16xAF 1280x1024 1680x1050 | 52 | 65 | 78 | 85 55 | 92 61 |
Karakteristik chipset intel P965 pada FSB 400 ke atas
Kemampuan motherboard P965 kelas atas yang mampu melakukan overclocking dengan FSB450-500 memang mengundang decak kagum. Tapi sebenarnya ketika motherboard berchipset P965 berjalan di FSB400 ke atas, memory bandwith akan turun drastis sekitar 15%. Hal ini sebenarnya sengaja dilakukan oleh para produsen motherboard agar FSB mampu digenjot setinggi mungkin, sekalipun memory bandwith dalam prakteknya malah turun.
Penurunan memory bandwith diatas FSB400 tidak terjadi pada chipset i975X, namun ini juga yang menyebabkan i975X hanya mentok di FSB420 saja. Untuk jelasnya lihat perbandingan memory bandwith chipset P965 di beberapa tingkat FSB.
| SISOFT SANDRA 2005 SR2 Professional MEMORY BENCHMARK . (Integer) | |||
| Core2Duo E6400 @ 3.2 Ghz (fsb400 x 8) DDR 800 ASUS P5B deluxe |
| ||
| Core2Duo E6300 @ 2.8Ghz (fsb400 x 7) DDR 800 ASUS P5B deluxe |
| ||
| Core2Duo E6400 @ 3.44Ghz (fsb430 x 8) DDR 860 ASUS P5B deluxe |
| ||
| Core2Duo E6300 @ 3.0 Ghz (fsb430 x 7) DDR 860 ASUS P5B deluxe |
| ||
| Core2Duo E6300 (1.86GHz) default DDR 800 ASUS P5B Deluxe |
| ||
| Core2Duo E6400 (2.13GHz) default DDR 800 ASUS P5B Deluxe |
|
Sekalipun memory bandwith malah menurun pada FSB diatas 400, namun dampaknya pada aplikasi real-world tidak akan terasa, apalagi penggunaan FSB diatas 400 akan membuat prososer teroverclok lebih tinggi, sehingga turunnya memory bandwith akan terkompensasi oleh performa prosesor yang meningkat. Sehingga hasil benchmark berbagai aplikasi pada FSB 430 akan selalu lebih tinggi dibanding pada FSB400.
Sumber,
reviewland.com
Core2 Duo : 5 jurus maut terbaru dari Intel
Dari hasil benchmark menggunakan beberapa aplikasi terlihat bahwa Core2 Duo E6300 (1.86Ghz) mampu memberikan peningkatan sebesar 20%-40% dibanding Pentium D930 (3Ghz) atau Athlon64 X2 3800 (2Ghz). Bila dibandingkan dengan Pentium4 631 (3Ghz), Core2 Duo E6300 memberikan peningkatan performa sebesar 160%. Atau dengan kata lain E6300 memberikan performa lebih dari 2X lipat dibanding Pentium4 3Ghz, namun dengan selisih harga yg tidak lebih dari 2X lipat.
Sedemikian besarnya perbedaan performa antara Core2 Duo dengan prosesor intel generasi sebelumnya, hingga kinerja standard Core2 Duo terpelan pun masih sulit ditandingi Pentium 4, Pentium D, dan Athlon64 X2 yang dioverclock sekalipun.
Hebatnya lagi peningkatan performa tersebut dibarengi dengan penurunan suhu (konsumsi daya) secara drastis pula. Dengan TDP (Thermal Design Power) cuma 65Watt saja, Intel bahkan berani mendemokan E6300 yg berjalan dengan fan dimatikan. Bandingkan dgn TDP Pentium4 & Pentium D yg berada di kisaran 100-150watt.
Peningkatan performa secara radikal & revolusioner bukanlah tanpa suatu sebab. Berikut ini adalah 5 inovasi yang menyebabkan kinerja luar biasa pada Core2 Duo.
1. Wide Dynamic Execution.
Teknik ini memungkinkan Core2 Duo untuk mengeksekusi instruksi lebih banyak, yaitu 4 instruksi per clock cycle.
Hal inilah yang menyebabkan Core2 Duo sangat bertenaga sekalipun berjalan pada clock yang jauh lebih rendah dibanding Pentium 4 / Pentium D.
Dengan kondisi seperti ini, Core2 Duo dapat memiliki jumlah pipeline cuma 14, yang berarti jauh lebih sedikit dibanding jumlah pipeline pada Pentium D (31 pipeline). Karakteristik jumlah pipeline Core2 Duo yang sedikit ini hampir sama seperti pada arsitektur K8 (Athlon64) yang memiliki 12 pipeline.
2. Advanced Digital Media Boost
Semenjak dulu intel selalu unggul untuk urusan multimedia. Dalam sejarahnya intel telah banyak menelurkan standard instuksi-instruksi multimedia seperti MMX, SSE, SSE2, SSE3.
Dalam pemrosesan instruksi multimedia 128-bit, prosesor berarsitektur netburst (Pentium4 & PentiumD) memerlukan 2 clock cycle (64-bit diproses pada clock ke 1, 64-bit berikutnya clock ke 2). Namun dengan adanya teknik Advanced Digital Media Boost pada Core2 Duo, pengolahan instruksi 128-bit dapat dilakukan sekaligus dalam 1 clock cycle saja. Ini berarti terjadi peningkatan performa 2X lipat dibandingkan dengan prosesor berarsitektur netburst.
3. Smart Memory Access
Intel melakukan pembenahan pada teknik pengaksesan system memory (DDR/DDR2).
Ada dua teknik yang digunakan yaitu Improved Prefetchers & Memory Disambiguation.
Pada intinya dengan teknik ini prosesor memiliki mekanisme prediksi yang lebih baik, yang memungkinkan prosesor melakukan scheduling data dari memory ke L2 cache sebelum data tersebut diminta. Dengan begitu prosesor tidak harus terlalu sering menunggu data dari memory.
Teknik prediksi tersebut membuat prosesor dapat melakukan efisiensi pengaksesan memory sehingga dapat meminimalkan latency.
4. Advance Smart Cache
Prosesor dual-core intel generasi sebelumnya, yaitu Pentium D, menggunakan L2 cache terpisah untuk masing-masing core-nya. Hal ini memberikan dampak negatif pada komunikasi data antar core mengingat Intel menggunakan external memory controller (pada north bridge motherboard). Akibatnya ketika core pertama membutuhkan data yang ada pada L2 cache core kedua, maka alur data harus keluar melalui system bus (motherboard), dan kemudian masuk lagi menuju L2 cache core kedua. Hal ini tentu tidak efisien jika dibanding prosesor dual-core AMD yg menggunakan integrated memory controller, dimana komunikasi antar-core berlangsung secara internal di dalam prosesor tanpa harus keluar ke motherboard.
Namun meski penggunaan memory controller external pada prosesor intel memiliki kelemahan, intel tetap ngotot mempertahankannya, sekalipun pada Core2 duo. Ini tak lain demi alasan efisiensi biaya produksi, fleksibilitas, dan kompatibilitas.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut, intel mengakalinya dengan menggunakan shared L2 cache pada Core2 Duo. Sehingga L2 cache yang ada tak lagi terpisah, namun dapat digunakan secara bersamaan oleh kedua core. Dengan begitu ketika core pertama membutuhkan data yg dimiliki core kedua, data cukup diambil langsung dari L2 cache yang memang dipakai bersama, tanpa harus keluar ke system bus. Ini adalah teknik pemecahan masalah yang benar-benar "smart" tanpa harus mengorbankan manfaat efisiensi & fleksibilitas dari penggunaan external memory controller.
5. Intelligent Power Capability
Selama ini masalah konsumsi daya untuk prosesor desktop kurang mendapat perhatian intel. Hingga akhirnya intel dicerca karena suhu Pentium4 & Pentium D yang panas dan boros daya. Mengingat Core2 Duo lahir dari hasil kawin silang antara proseor desktop & notebook, maka prosesor ini mewarisi teknologi Enhanced SpeedStep dan Enhanced Halt State yang umum ditemui pada prosesor notebook. Teknologi tersebut makin disempurnakan lagi pada Core2 Duo dengan cara melakukan sistem penyaluran daya yang dapat diatur hanya ke bagian transistor gate yang memerlukan daya saja. Hasilnya adalah konsumsi daya yang lebih rendah dan suhu yang lebih rendah pula, apalagi Core2 Duo sudah diproduksi dengan teknologi 65nm yg notabene lebih dingin.
Bila kita mengaktifkan fitur C1E (halt state) di BIOS motherboard, maka ketika prosesor dalam keadaan idle, multipliernya akan turun ke tingkat terendah (x6). Sehingga kecepatan prosesor akan turun menjadi cuma 1.5Ghz yang tentu berdampak pada konsumsi daya & suhu yang lebih rendah. Begitu dibebani, multiplier akan kembali ke asalnya.
Sumber,
REVIEWLAND.COM
| Sumber:REVIEWLAND.COM | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Selama ini prosesor-prosesor intel yaitu Pentium4 & Pentium D harus bersaing ketat melawan Athlon64 & Athlon64 X2 yang memiliki performa tinggi dan suhu lebih dingin. Intel beberapa waktu yang lalu memang masih sanggup mengalahkan AMD dengan strategi price positioning prosesor dual core mereka yang murah-meriah (Pentium D805). Namun sulit bagi intel untuk menang mutlak dari sisi performa atas Athlon64 X2 bila terus-terusan mengandalkan arsitektur netburst yang notabene tergolong arsitektur lawas yang digunakan pada Pentium4 & Pentium D. Seperti yang dilakukan sebelumnya pada generasi Pentium4, intel juga menciptakan prosesor Core2 Duo untuk 3 segmen yaitu desktop, server, dan notebook. Untuk desktop diberi codename Conroe, untuk server Woodcrest, dan untuk notebook Merom. Sebetulnya Conroe dengan L2 cache 2MB (E6300 & E6400) memiliki codename Allendale, namun orang lebih sering menyebut semua tipe Core2 Duo seri desktop sebagai Conroe. Sebagai prosesor desktop yang telah menggunakan arsitektur Core, Conroe memiliki lompatan besar dalam hal performa & efisiensi daya. Dari sisi harga, Core2 Duo juga bukanlah prosesor yang terlalu mahal. Bila nanti anda bandingkan performanya dengan Athlon64 X2, maka akan terlihat bahwa harga prosesor AMD pada tabel di bawah ini justru terkesan lebih mahal.
|
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Subscribe to NewsLetter
Get the latest updates via EmailService provided by FeedBurner
Related Websites
Let's Talk
Site List
Live Traffic Feed
Stat
Categories
- carreer (2)
- FIFA World Cup 2010 (2)
- Health (18)
- My short Stories (3)
- Tips and Trick (10)
- writing tips (3)
Blog Archive
-
►
2010
(38)
- ► 10/10 - 10/17 (1)
- ► 09/26 - 10/03 (7)
- ► 09/19 - 09/26 (7)
- ► 08/22 - 08/29 (1)
- ► 07/11 - 07/18 (10)
- ► 07/04 - 07/11 (10)
- ► 06/06 - 06/13 (2)
-
▼
2009
(16)
- ▼ 06/28 - 07/05 (12)
- ► 06/14 - 06/21 (4)






